Mengenal Kanker Getah Bening dan Pengobatannya

03 Oktober 2024

Oleh: dr. I Made Chandra Ari Kumara, Sp.B, Subsp. Onk (K)

kanker getah bening

Kanker getah bening, yang juga dikenal sebagai limfoma maligna, adalah penyakit tumor ganas yang menyerang sistem limfatik tubuh. Sistem limfatik adalah jaringan yang kompleks yang berperan penting dalam pertahanan tubuh terhadap infeksi dan penyakit. Sistem limfatik termasuk kelenjar getah bening,limpa,kelenjar timr, dan sumsum tulang.

Bagaimana Kanker Getah Bening Terjadi?

Kanker getah bening terjadi ketika sel-sel limfosit, yang merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh, tumbuh tidak terkendali dan menjadi ganas. Sel-sel limfosit yang abnormal ini membentuk tumor di kelenjar getah bening dan dapat menyebar dan merusak ke bagian tubuh lainnya.

Jenis-jenis Kanker Getah Bening:

Ada dua jenis utama kanker getah bening:

  • Kanker getah bening Hodgkin: Jenis ini ditandai dengan adanya sel-sel abnormal yang disebut sel Reed-Sternberg.

  • Kanker getah bening non-Hodgkin: Jenis ini mencakup berbagai jenis kanker yang tidak memiliki sel Reed-Sternberg.

Kanker Getah Bening Hodgkin:

Kanker getah bening Hodgkin adalah jenis kanker yang menyerang sistem kekebalan tubuh, khususnya kelenjar getah bening. Kanker ini biasanya muncul di kelenjar getah bening di leher, tetapi bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Siapa yang Berisiko?

Kanker getah bening Hodgkin lebih sering terjadi pada orang dewasa muda berusia 20-40 tahun, dan juga pada orang yang berusia di atas 55 tahun.

Ciri-ciri Kanker Getah Bening Hodgkin:

Kanker ini ditandai dengan adanya pembesaran kelenjar getah bening di leher, yang tidak nyeri, dan melibatkan rantai kelenjar getah bening didekatnya. Pada pemeriksaan sediaan bioosi ditemukan sel-sel abnormal yang disebut sel Reed-Sternberg. Sel-sel ini terlihat di bawah mikroskop yang merupakan sel besar yang tampak aneh, berlobus dua dengan dua inti muncul di latar belakang sel inflamasiyang tidak ganas.

Faktor Risiko:

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker getah bening Hodgkin, seperti:

  • Riwayat keluarga: Memiliki anggota keluarga yang pernah didiagnosis dengan kanker getah bening Hodgkin dapat meningkatkan risiko.

  • Infeksi Virus Epstein-Barr: Virus ini dapat menyebabkan mononucleosis dan dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker getah bening Hodgkin.

  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah: Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita HIV, lebih berisiko terkena kanker getah bening Hodgkin.

Kanker Getah Bening Non-Hodgkin:

Kanker getah bening non-Hodgkin adalah jenis kanker yang menyerang sistem limfatik, dengan keluhan paling umum adalah massa kelenjar getah bening yang membesar dan bergejala, baik dibagian tubuh tengah maupun perifir, seperti leher, ketiak, pelipatan paha. Sering ditemukan adanya penyebaran di luar kelenjar getah bening, seperti tonsil , paru-paru, hati, ginjal dan sumsum tulang. Sering ditemui gejala B, seperti demam terus menerus tanpa sebab, keringat malam berlebihan, penurunan berat badan.

Penyebab Kanker Getah Bening Non-Hodgkin:

Penyebab pasti kanker getah bening non-Hodgkin belum diketahui, tetapi beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini, seperti:

  • Mutasi atau translokasi kromosom: Perubahan genetik ini dapat menyebabkan sel-sel limfosit tumbuh tidak terkendali.

  • Racun: Paparan bahan kimia tertentu, seperti pestisida dan herbisida, dapat meningkatkan risiko.

  • Infeksi: Beberapa infeksi, seperti virus Epstein-Barr dan Helicobacter pylori, dikaitkan dengan peningkatan risiko.

  • Kekebalan tubuh yang lemah: Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita HIV, lebih berisiko terkena kanker getah bening non-Hodgkin.

  • Peradangan kronis: Peradangan jangka panjang di tubuh, seperti penyakit radang usus, dapat meningkatkan risiko.

Siapa yang Berisiko?

Kanker getah bening non-Hodgkin lebih sering terjadi pada orang yang berusia di atas 65 – 75 tahun.

Apa saja rangakaian pengobatan kanker getah bening yang tersedia saat ini ?

Kemoterapi

Kemoterapi adalah penggunaan obat-obatan untuk membunuh sel kanker.

Sebagian besar obat kemoterapi diberikan melalui pembuluh vena baik di perifir maupun vena sentral. Dalam kasus tipe limfoma yang lebih spesifik seperti hodgkin tipe klasik dibutuhkan kombinasi antara kemoterapi dan terapi radiasi.

Pengobatan kemoterapi memberikan beberapa efek samping terhadap pasien seperti, rambut rontok, sariawan, mual muntah, diare, anemia, penurunan sel darah putih, dll

● Radiotherapi

Terapi radiasi menggunakan seperti sinarX, untuk menghancurkan sel kanker di area tertentu. Ini sering digunakan setelah kemoterapi atau untuk limfoma yang terbatas pada satu area tubuh.

Efek samping terapi radiasi termasuk kelelahan dan reaksi seperti sengatan matahari pada kulit di lokasi di mana radiasi diarahkan. Efek samping lainnya tergantung dimana radiasi diarahkan. Radiasi ke leher dapat menyebabkan mulut kering dan melukai tiroid.

● Transplantasi sumsum tulang

Pengobatan melibatkan menempatkan sel induk sumsum tulang yang sehat ke dalam tubuh. Sel- sel ini menggantikan sel-sel yang terluka oleh kemoterapi dan perawatan lainnya. Transplantasi sumsum tulang mungkin menjadi pilihan jika limfoma Hodgkin kembali atau tidak merespons perawatan lain.

● Targeting therapy

Terapi targeted menggunakan obat-obatan yang menargetkan molekul spesifik pada sel kanker, seperti protein yang membantu sel kanker tumbuh dan bertahan hidup. Untuk limfoma non-Hodgkin, obat yang ditargetkan dapat digunakan sendiri, tetapi sering dikombinasikan dengan kemoterapi. Kombinasi ini dapat digunakan sebagai pengobatan awal dan sebagai pengobatan kedua jika limfoma Anda Kembali.

● Terapi suportif

Terapi yang bertujuan mendukung terapi utama, juga dikenal sebagai perawatan suportif atau perawatan paliatif, memainkan peran penting dalam pengobatan limfoma. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan mengelola gejala, mengurangi efek samping pengobatan, dan mengatasi kebutuhan emosional dan psikologis.


untuk informasi & buat janji temu Dokter dapat menghubungi:

Tags
dr. I Made Chandra Ari Kumara, Sp.B, Subsp. Onk (K)
dr. I Made Chandra Ari Kumara, Sp.B, Subsp. Onk (K)
Bedah Onkologi Lihat jadwal
Loading data...