+62 817-4929-054
RS Premier Bintaro selalu berupaya untuk melakukan tinjauan dan monitoring setiap aspek pelayanannya. Salah satunya adalah dengan melakukan pemantauan berdasarkan data pelayanan, termasuk data indikator mutu.
Sebagai pemberi layanan kesehatan yang berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan, RS Premier Bintaro selalu berupaya untuk melakukan tinjauan dan monitoring setiap aspek pelayanannya. Salah satunya adalah dengan melakukan pemantauan berdasarkan data pelayanan, termasuk data indikator mutu. Data indikator ini akan diolah menjadi informasi yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pelayanan menjadi lebih produktif, transparan, tertib, cepat, mudah, akurat, terpadu, aman dan efisien. Data indikator mutu ini juga mempunyai tujuan khusus yaitu memperlancar dan mempermudah pembentukan kebijakan dalam meningkatkan sistem pelayanan kesehatan di RS Premier Bintaro,
1. Kepatuhan Pelaksanaan Prosedur Identifikasi Pasien

Analisa:
Rata-rata capaian kepatuhan prosedur identifikasi pasien pada periode Jan – Des 2025 adalah 99%. Jika dibandingan dengan target capaian Indikator Nasional Mutu (INM ): 100%, capaian masih dibawah nilai target. Lingkup monitoring proses identifikasi pasien dilakukan pada prosedur:
- Pemberian obat
- Pemberian nutrisi
- Pemberian darah dan produk darah
- Pengambilan specimen
- Sebelum melakukan tindakan diagnostik / therapeutic.
- Prosedur pendaftaran
- Prosedur pembayaran rawat jalan
- Prosedur penyerahan obat di Farmasi rawat jalan
- Prosedur pemeriksaan Patologi Anatomi
- Prosedur pelayanan Fisioterapi
- Prosedur pelayanan Radiologi
Upaya yang sudah dilakukan untuk perbaikan secara kontinu diantaranya:
- Komite mutu sub keselamatan pasien bekerjasama dengan champion SKP/ IPSG dan bidang diklat melakukan edukasi secara kontinu setiap tahun.
- Melakukan reedukasi dan traning untuk area dimana prosedur identifikasi masih perlu peningkatan kepatuhan
2. Kepatuhan Kebersihan Tangan

Analisa:
Rata-rata capaian kepatuhan cuci tangan pada periode Jan – Des 2025 : 94%. Jika dibandingan dengan target capaian Indikator Nasional Mutu ( INM): ≥ 85%, capaian kepatuhan cuci tangan masih diatas nilai target.
Upaya yang sudah dilakukan untuk perbaikan secara kontinu diantaranya:
- ICN bekerja sama dengan IPCLN dan Champion Hand Hygiene di setiap unit kerja untuk memastikan seluruh karyawan dan dokter tetap konsisten melakukan cuci tangan dengan benar , terutama untuk unit/ area yang masih perlu meningkatkan kepatuhannya.
- Edukasi juga diberikan pada seluruh staff dan dokter berupa uji kompetensi tahunan terkait prosedur kebersihan tangan
- ICN dan IPCLN melakukan supervisi untuk memastikan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk menunjang proses kebersihan tangan tersedia
- Membuat reminder dan paging berkala keseluruh area RS dengan Paging untuk pelaksanaan mencuci tangan dengan benar
3. Kepatuhan Upaya Pencegahan Risiko Pasien Jatuh

Analisa:
Rata-rata capaian kepatuhan upaya pencegahan risiko pasien jatuh untuk pasien rawat inap pada periode Jan – Des 2025 : 97.6% ( sesuai target INM :100%). Hal ini disebabkan masih perlu konsistensi pelaksanaan pengkajian ulang pasien setelah beberapa hari rawat sesuai kategori risiko terakhir.
Prosedur pencegahan risiko jatuh yang dilakukan adalah:
- Screening risiko jatuh saat di IGD
- Pengkajian awal pasien
- Pengkajian ulang pasien
- Edukasi risiko pasien jatuh di rawat inap dan pemasangan gelang tanda risiko jatuh
Upaya yang sudah dilakukan untuk perbaikan secara kontinu diantaranya:
Melakukan coaching & conseling saat dilakukan supervisi bidang keperawatan, terutama konsistensi saat melakukan pengkajian ulang pasien sesuai prosedur yang ditetapkan
4. Kepatuhan Penggunaan APD

Analisa:
Rata-rata capaian kepatuhan upaya pencegahan risiko pasien jatuh untuk pasien rawat inap pada periode Jan – Des 2025: 97.8 %. Jika dibandingan dengan target capaian Indikator Nasional Mutu ( INM): 100 %, capaian masih belum sesuai target.
Monitoring Prosedur penggunaan Alat Pelindung Diri ( APD) yang dilakukan pada beberapa unit keperawatan, penunjang medis dan unit lainnya.
Upaya yang sudah dilakukan untuk perbaikan secara kontinu diantaranya:
- Mengingatkan dan memastikan kembali ke dokter, perawat dan staf unit lainnya yang menggunakan APD seperti masker, gloves, google/ faceshield, hair cap untuk tindakan dan prosedur pelayanan unitnya
- Menyediakan media informasi tatacara pemakaian dan pelepasan APD di ruang
- Memastikan fasilitas tempat sampah infeksius tersedia dan perawat, dokter serta staf unit lain konsisten dalam pembuangan APD ditempat sampah yang sesuai
- Memastikan ketersediaan APD yang dibutuhkan unit
5. Kecepatan Waktu Tanggap Komplain

Analisa:
Rata-rata capaian kecepatan waktu tanggap/respon terhadap komplain yang masuk pada periode Jan-Des 2025: 99,9 %. Jika dibandingan dengan target capaian Indikator Nasional Mutu ( INM): ≥ 80 %, capaian masih diatas nilai target.
Upaya yang sudah dilakukan untuk perbaikan secara kontinu diantaranya:
- Memastikan monitoring semua complain yang masuk oleh unit customer care dilakukan respon dan ditindak lanjuti.
- Membuat system monitoring feedback complain secara digital, sehingga complain yang masuk diketahui dan direspon segera.
6. Ketepatan Penggunaan Formularium Nasional (FORNAS)

Analisa :
Rata-rata capaian kepatuhan penggunaan Formularium Nasional pada periode Jan-Des 2025 : 96 %. Jika dibandingan dengan target capaian Indikator Nasional Mutu (INM): ≥ 80 %, capaian sudah diatas nilai target.
Upaya yang sudah dilakukan untuk perbaikan secara kontinu diantaranya:
- Memastikan ketersediaan obat sesuai formularium nasional
- Menghimbau kepatuhan penggunaan Formularium Nasional ke pada dokter
Hubungi kami
RS Premier Careline