Tumor Otak: Kenali Gejala, Penyebab, dan Pilihan Penanganannya

31 Juli 2026 3 min read

Oleh: dr. Moch. Evodia Slamet R, Sp.BS

tumor otak

Tumor otak merupakan kondisi ketika terdapat pertumbuhan sel yang tidak normal di dalam otak atau jaringan di sekitarnya. Meski sering dikaitkan dengan kanker, faktanya tidak semua tumor otak bersifat ganas. Sebagian besar justru merupakan tumor jinak yang tetap membutuhkan pemantauan dan penanganan sesuai kondisi pasien.

Tumor Otak Tidak Selalu Berarti Kanker

Secara umum, tumor otak dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:

  • Tumor otak primer, yaitu tumor yang berasal dari sel-sel otak atau selaput otak (meningen).
  • Tumor otak sekunder (metastasis), yaitu tumor yang berasal dari organ lain seperti paru-paru, payudara, atau tiroid, kemudian menyebar ke otak. Menurut data epidemiologi, tumor metastasis merupakan jenis tumor otak yang paling sering ditemukan, jumlahnya bahkan sekitar 10 kali lebih banyak dibandingkan tumor otak primer. 

Pada tumor otak primer, sekitar 72% bersifat jinak, sedangkan 28% bersifat ganas. Salah satu tumor jinak yang paling sering ditemukan adalah meningioma, yaitu tumor yang berasal dari selaput otak. Sementara salah satu tumor ganas yang cukup sering dijumpai adalah glioblastoma, yang berasal dari sel penyokong jaringan otak (glioma). 

Apa Saja Gejala Tumor Otak?

Gejala tumor otak bergantung pada ukuran, lokasi, serta seberapa cepat tumor tumbuh. Pada tahap awal, keluhan sering kali tidak khas sehingga mudah diabaikan.

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Sakit kepala yang semakin sering, semakin berat, dan berlangsung lama
  • Penglihatan kabur atau ganda
  • Kejang pertama kali pada seseorang yang sebelumnya tidak memiliki riwayat epilepsi
  • Kelemahan pada lengan atau tungkai
  • Gangguan keseimbangan saat berjalan
  • Penurunan pendengaran
  • Mata menonjol atau mata menjadi juling pada lokasi tumor tertentu
  • Perubahan perilaku atau kepribadian
  • Mual dan muntah menyemprot
  • Penurunan kesadaran 

Tidak semua sakit kepala merupakan tanda tumor otak. Namun, bila keluhan muncul terus-menerus, semakin berat, atau disertai gangguan saraf lainnya, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Mengapa Tumor Otak Bisa Berbahaya?

Otak berada di dalam rongga tengkorak yang ruangnya sangat terbatas. Ketika tumor membesar, jaringan otak dapat tertekan sehingga mengganggu fungsi berbagai bagian otak.

Pada kondisi tertentu, tumor juga dapat:

  • Menghambat aliran cairan otak sehingga terjadi hidrosefalus (penumpukan cairan di dalam otak).
  • Mengalami perdarahan, yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran secara mendadak.
  • Menekan batang otak, yaitu bagian otak yang mengatur fungsi vital seperti pernapasan dan denyut jantung. Kondisi ini merupakan keadaan gawat darurat yang memerlukan penanganan segera.

Bagaimana Diagnosis Tumor Otak Ditegakkan?

Diagnosis dimulai dari wawancara mengenai gejala dan pemeriksaan fisik oleh dokter.
Selanjutnya, dokter dapat menyarankan pemeriksaan pencitraan seperti:

  • CT Scan kepala, terutama pada kondisi darurat.
  • MRI otak dengan kontras, yang umumnya memberikan gambaran lebih detail mengenai ukuran, lokasi, dan karakteristik tumor. Pada banyak kasus, CT Scan tanpa kontras belum cukup untuk memastikan adanya tumor, sehingga MRI atau CT Scan dengan kontras sering kali diperlukan. 

Pemeriksaan tambahan lain dapat dilakukan sesuai kebutuhan, misalnya pemeriksaan laboratorium atau angiografi pembuluh darah otak.

Bagaimana Penanganannya?

Penanganan tumor otak disesuaikan dengan jenis tumor, ukuran, lokasi, usia pasien, serta kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Pilihan terapi meliputi:

  • Terapi obat, untuk mengurangi pembengkakan otak, mengatasi gejala, atau terapi hormonal pada jenis tumor tertentu.
  • Operasi, menggunakan teknik bedah mikro atau endoskopi, bertujuan mengangkat tumor sekaligus mengurangi tekanan di dalam otak.
  • Radioterapi, termasuk Gamma Knife Radiosurgery, yaitu terapi radiasi presisi tinggi tanpa sayatan. Metode ini umumnya digunakan pada tumor berukuran kecil (kurang dari 3 cm atau sekitar 8 cc) seperti meningioma, adenoma hipofisis, schwannoma, maupun metastasis tertentu.
  • Kemoterapi, yang digunakan pada jenis tumor ganas tertentu, misalnya glioblastoma. 

Kapan Harus Segera ke Rumah Sakit?

Jangan menunda pemeriksaan apabila mengalami:

  • Kejang pertama kali dalam hidup.
  • Sakit kepala yang semakin berat disertai muntah menyemprot.
  • Gangguan penglihatan yang semakin memburuk.
  • Kelemahan pada salah satu sisi tubuh.
  • Penurunan kesadaran secara mendadak.

Jangan abaikan gejala yang tidak biasa. Bila Anda atau anggota keluarga mengalami keluhan yang mengarah pada gangguan otak, konsultasikan dengan dokter spesialis bedah saraf agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

 

Hubungi Kami

Untuk informasi & buat janji temu Dokter

Tags
dr. Moch. Evodia Slamet R, Sp.BS
Bedah Saraf Lihat jadwal
Loading data...