+62 817-4929-054
Mengenal Bedah Bariatrik-Metabolik: Solusi Medis untuk Obesitas yang Sulit Diatasi
Oleh: Dr. dr. Errawan Wiradisuria, Sp.B-KBD, M.Kes

Obesitas bukan sekadar masalah penampilan atau gaya hidup. Saat ini, obesitas telah diakui sebagai penyakit kronis yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, sleep apnea, hingga beberapa jenis kanker. Apabila perubahan pola makan, olahraga, dan terapi obat belum memberikan hasil yang optimal, bedah bariatrik-metabolik dapat menjadi salah satu pilihan terapi.
Kapan Obesitas Perlu Mendapatkan Penanganan Medis?
Obesitas terjadi ketika terjadi penumpukan lemak berlebih di dalam tubuh sehingga berat badan berada di atas batas normal. Salah satu cara menilainya adalah menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT).
Seseorang dikatakan mengalami obesitas apabila memiliki IMT ≥30 kg/m². Namun, untuk populasi Asia, tindakan bedah bariatrik dapat dipertimbangkan pada pasien dengan IMT di atas 35 kg/m², atau IMT di atas 30 kg/m² yang disertai penyakit penyerta berisiko tinggi, seperti diabetes melitus tipe 2, hipertensi, atau gangguan metabolik lainnya.
Apa Itu Bedah Bariatrik-Metabolik?
Bedah bariatrik adalah prosedur pembedahan yang bertujuan membantu menurunkan berat badan. Sementara itu, istilah bedah metabolik mengacu pada manfaat operasi yang tidak hanya menurunkan berat badan, tetapi juga memperbaiki gangguan metabolisme tubuh, seperti diabetes, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi.
Berbeda dengan anggapan bahwa operasi hanya bertujuan "mengecilkan lambung", prosedur ini bekerja melalui beberapa mekanisme, antara lain:
- Membatasi jumlah makanan yang dapat dikonsumsi,
- Mengubah penyerapan nutrisi pada jenis operasi tertentu,
- Serta memengaruhi hormon saluran cerna yang berperan dalam rasa lapar, kenyang, dan pengendalian kadar gula darah.
Karena itulah, banyak pasien mengalami perbaikan penyakit metabolik bahkan sebelum penurunan berat badan berlangsung secara maksimal.
Siapa yang Dapat Menjalani Bedah Bariatrik?
Selain memenuhi kriteria IMT, calon pasien juga harus menjalani evaluasi menyeluruh oleh tim multidisiplin. Pasien diharapkan memiliki motivasi untuk mengubah pola hidup dalam jangka panjang, bersedia menjalani kontrol rutin seumur hidup, menghentikan kebiasaan merokok, serta siap mengikuti pola makan dan aktivitas fisik setelah operasi.
Apa Manfaat Bedah Bariatrik?
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa bedah bariatrik memberikan manfaat yang lebih baik dibandingkan terapi konservatif pada obesitas berat. Selain menghasilkan penurunan berat badan yang bertahan dalam jangka panjang, tindakan ini juga dapat membantu:
- memperbaiki kontrol diabetes melitus tipe 2
- menurunkan tekanan darah
- memperbaiki kadar kolesterol
- mengurangi sleep apnea
- meningkatkan mobilitas dan kualitas hidup
- serta menurunkan risiko komplikasi akibat obesitas
Salah satu prosedur yang paling banyak dilakukan saat ini adalah Laparoscopic Sleeve Gastrectomy (LSG) karena prosedurnya relatif lebih sederhana, memberikan penurunan berat badan yang baik, memiliki angka komplikasi yang rendah, serta masa rawat inap yang lebih singkat dibandingkan beberapa teknik lainnya.
Bagaimana Kondisi Setelah Operasi?
Keberhasilan bedah bariatrik tidak hanya ditentukan oleh operasi itu sendiri, tetapi juga oleh perubahan gaya hidup setelah tindakan.
Pasien akan menjalani tahapan pola makan secara bertahap, dimulai dari air putih, diet cair tinggi protein, makanan yang dihaluskan, makanan lunak, hingga kembali ke makanan biasa sekitar dua bulan setelah operasi. Selain itu, pasien dianjurkan mengonsumsi vitamin sesuai anjuran dokter, rutin berolahraga, mencukupi kebutuhan cairan, menghindari makanan tinggi gula dan lemak, tidak mengonsumsi minuman bersoda maupun alkohol, serta berhenti merokok.
Penanganan Obesitas Harus Bersifat Menyeluruh
Tidak semua pasien obesitas memerlukan operasi. Dokter akan menentukan pilihan terapi berdasarkan kondisi kesehatan, IMT, penyakit penyerta, serta kesiapan pasien menjalani perubahan gaya hidup. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter merupakan langkah penting untuk menentukan penanganan yang paling tepat.
Apabila Anda atau anggota keluarga mengalami obesitas yang disertai diabetes, hipertensi, atau penyakit metabolik lainnya, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk mengetahui apakah bedah bariatrik-metabolik merupakan pilihan yang sesuai.
Hubungi Kami
Untuk informasi & buat janji temu Dokter
DR. dr. Errawan Wiradisuria, Mkes., Sp.B, Subsp. BD (K)
Bedah Digestif Lihat jadwal| Loading data... |
|---|


