+62 817-4929-054
Mengenal Bedah Vaskular dan Endovaskular: Penanganan Modern untuk Penyakit Pembuluh Darah
Oleh: Dr. dr. Raden Suhartono, Sp.B, SubSp.BVE(K)

Pembuluh darah berperan penting dalam mengalirkan darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Ketika terjadi gangguan pada pembuluh darah, berbagai organ dapat mengalami kerusakan akibat kurangnya suplai darah. Seiring berkembangnya teknologi medis, kini banyak penyakit pembuluh darah dapat ditangani dengan prosedur endovaskular, yaitu tindakan minimal invasif yang menawarkan pemulihan lebih cepat dibandingkan operasi konvensional.
Apa Itu Bedah Vaskular dan Endovaskular?
Bedah vaskular merupakan cabang ilmu bedah yang menangani penyakit pada pembuluh darah arteri, vena, dan sistem limfatik, mulai dari diagnosis hingga terapi. Penanganannya tidak hanya berupa operasi terbuka, tetapi juga meliputi terapi obat, tindakan endovaskular (melalui pembuluh darah), hingga penanganan komplikasi penyakit pembuluh darah. Pembuluh darah jantung dan pembuluh darah di dalam otak umumnya ditangani oleh bidang spesialis lain.
Apa Itu Tindakan Endovaskular?
Endovaskular adalah teknik pengobatan yang dilakukan melalui sayatan kecil, biasanya di daerah lipat paha, untuk memasukkan kateter ke dalam pembuluh darah. Dengan bantuan pencitraan, dokter dapat menjangkau lokasi penyempitan, sumbatan, atau kelainan pembuluh darah tanpa perlu membuka area operasi yang luas.
Dibandingkan operasi terbuka, tindakan endovaskular memiliki beberapa keunggulan, seperti:
- Sayatan lebih kecil.
- Nyeri pasca tindakan lebih ringan.
- Lama rawat inap lebih singkat.
- Risiko komplikasi tertentu lebih rendah.
- Pemulihan aktivitas sehari-hari lebih cepat.
Namun demikian, tindakan ini menggunakan teknologi dan perangkat khusus sehingga tidak selalu berarti lebih murah dibandingkan operasi konvensional.
Penyakit Apa Saja yang Dapat Ditangani?
Bedah vaskular dan endovaskular dapat digunakan untuk menangani berbagai penyakit pembuluh darah, antara lain:
1. Penyakit Arteri pada Penderita Diabetes
Penderita diabetes berisiko mengalami Peripheral Arterial Disease (PAD), yaitu penyempitan pembuluh darah pada tungkai yang menyebabkan aliran darah berkurang. Kondisi ini sering disertai neuropati (gangguan saraf) sehingga luka pada kaki sulit sembuh dan berisiko berkembang menjadi diabetic foot.
Untuk menentukan terapi yang tepat, dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari wawancara medis, pemeriksaan fisik, penilaian derajat luka, hingga pemeriksaan penunjang seperti USG Doppler vaskular atau CT Angiografi (CTA).
2. Varises
Varises terjadi ketika katup pada pembuluh darah vena tidak berfungsi dengan baik sehingga darah menggenang dan menyebabkan vena melebar. Selain mengganggu penampilan, varises dapat menimbulkan rasa pegal, nyeri, bengkak, hingga menurunkan kualitas hidup.
Pilihan terapinya antara lain:
- Skleroterapi, yaitu penyuntikan cairan khusus (polidocanol) untuk menutup vena yang mengalami varises.
- Endovenous Laser Therapy (EVLT), menggunakan energi laser untuk menutup vena dari dalam.
- Radiofrequency Ablation (RFA), memanfaatkan panas terkontrol untuk menyebabkan kolagen pada dinding vena menyusut sehingga pembuluh darah menutup secara permanen.
3. Aneurisma Aorta
Aneurisma adalah pelebaran abnormal pada pembuluh darah akibat melemahnya dinding pembuluh. Bila ukurannya semakin besar, aneurisma berisiko pecah dan menyebabkan perdarahan yang mengancam jiwa.
Saat ini, sebagian pasien dapat menjalani Endovascular Aneurysm Repair (EVAR), yaitu pemasangan stent graft melalui pembuluh darah untuk memperkuat dinding aorta tanpa operasi besar.
4. Penyumbatan Pembuluh Darah Mendadak
Acute Limb Ischemia adalah kondisi ketika aliran darah ke tungkai terhenti secara mendadak akibat sumbatan pembuluh darah. Kondisi ini merupakan kegawatdaruratan karena jaringan dapat mengalami kerusakan permanen apabila tidak segera ditangani. Terapi endovaskular dapat membantu membuka kembali aliran darah sehingga peluang penyelamatan tungkai menjadi lebih besar.
Embolisasi: Menghentikan Perdarahan Tanpa Operasi Besar
Selain membuka pembuluh darah yang tersumbat, teknik endovaskular juga dapat digunakan untuk menutup pembuluh darah tertentu melalui prosedur yang disebut embolisasi.
- Prosedur ini bermanfaat untuk menangani:
- perdarahan akibat trauma,
- malformasi pembuluh darah (vascular malformation),
- pseudoaneurisma,
- hingga membantu mengurangi aliran darah pada beberapa jenis tumor.
Dokter menggunakan bahan khusus seperti coil, gelatin sponge, atau bahan embolisasi lainnya untuk menutup pembuluh darah yang menjadi sumber perdarahan atau kelainan.
Penanganan yang Tepat Dimulai dari Diagnosis
Setiap penyakit pembuluh darah memerlukan pendekatan yang berbeda. Oleh karena itu, dokter akan menentukan pilihan terapi berdasarkan jenis penyakit, lokasi kelainan, tingkat keparahan, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.
Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat membantu mencegah komplikasi serius seperti luka yang sulit sembuh, kehilangan fungsi anggota gerak, hingga perdarahan yang mengancam nyawa.
Apabila Anda mengalami varises yang mengganggu, luka kaki pada diabetes yang tidak kunjung sembuh, nyeri tungkai saat berjalan, atau dicurigai memiliki kelainan pembuluh darah, segera konsultasikan dengan dokter spesialis bedah vaskular dan endovaskular untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.
Hubungi Kami
Untuk informasi & buat janji temu Dokter
dr. R. Suhartono, Sp.B, Subsp. BVE (K)
Bedah Vaskular dan Endovaskular Lihat jadwal| Loading data... |
|---|


