Panduan Lengkap Memahami Usus Buntu bagi Masyarakat Umum

26 Januari 2026 3 min read

Oleh: dr. Desak Ketut N.S. Pramegia, Sp.B

usus buntu

Apa Itu Usus Buntu?

Usus buntu, atau dalam istilah medis disebut apendisitis, adalah peradangan pada apendiks—sebuah kantong kecil berbentuk jari yang menempel pada usus besar di bagian kanan bawah perut. Meski sering dianggap tidak memiliki fungsi penting, apendiks dapat menimbulkan masalah serius apabila mengalami peradangan dan tidak segera ditangani.

Penyebab Usus Buntu

Apendisitis umumnya terjadi akibat penyumbatan pada apendiks. Penyumbatan ini dapat disebabkan oleh tinja, benda asing, infeksi, atau dalam kasus yang jarang, tumor. Ketika apendiks tersumbat, bakteri dapat berkembang dan memicu peradangan.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya usus buntu antara lain:

  • Produksi lendir berlebih yang membuat isi apendiks menjadi kental dan menyumbat salurannya
  • Pembesaran jaringan limfoid di dalam apendiks yang dapat menutup lumen apendiks dan memicu peradangan

Gejala Usus Buntu

Gejala utama apendisitis adalah nyeri perut yang biasanya bermula di sekitar pusar, lalu berpindah ke perut kanan bawah dan semakin memburuk seiring waktu. Gejala lain yang sering menyertai antara lain:

  • Mual dan muntah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Demam ringan hingga sedang
  • Perut terasa kembung
  • Sulit buang gas atau buang air besar

Pada anak-anak dan lansia, gejala usus buntu bisa tidak khas sehingga diagnosis sering kali menjadi lebih sulit dan membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi.

Diagnosis Usus Buntu

Untuk menegakkan diagnosis apendisitis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama dengan menilai nyeri tekan pada perut kanan bawah. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan meliputi:

  • Tes darah untuk melihat tanda infeksi seperti peningkatan sel darah putih
  • Tes urine guna menyingkirkan penyebab lain seperti infeksi saluran kemih atau batu ginjal
  • Pemeriksaan pencitraan seperti USG perut atau CT scan

Penanganan Usus Buntu

Penanganan utama usus buntu adalah operasi pengangkatan apendiks (apendektomi). Tindakan ini dapat dilakukan dengan dua metode:

  • Apendektomi laparoskopi, yaitu prosedur minimal invasif dengan sayatan kecil dan pemulihan lebih cepat
  • Apendektomi terbuka, dilakukan bila apendiks telah pecah atau terjadi infeksi menyebar di rongga perut (peritonitis)

Setelah operasi, pasien biasanya menjalani perawatan beberapa hari di rumah sakit dan diberikan antibiotik untuk mencegah infeksi lanjutan.

Pencegahan Usus Buntu

Hingga saat ini, belum ada cara pasti untuk mencegah apendisitis. Namun, pola makan tinggi serat seperti konsumsi buah dan sayuran dapat membantu menurunkan risiko terjadinya usus buntu.

Kesimpulan

Usus buntu merupakan kondisi medis yang memerlukan penanganan segera. Jika tidak ditangani dengan cepat, apendisitis dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pecahnya apendiks dan infeksi di rongga perut. Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, sebagian besar pasien dapat pulih dengan baik tanpa komplikasi jangka panjang.

 

Hubungi Kami

Untuk informasi & buat janji temu Dokter

Tags
dr. Desak Ketut Nari Swari Pramegia, Sp.B
Bedah Umum Lihat jadwal
Loading data...