+62 817-4929-054
Atasi Masalah Tulang Belakang Lebih Presisi dengan Navigasi Robotik
Oleh: dr. Asrafi Rizki Gatam, Sp.OT (K-Spine)

Perkembangan teknologi medis membawa perubahan dalam penanganan masalah tulang belakang. Dari operasi konvensional hingga minimally invasive spine surgery, kini teknologi navigasi robotik membantu dokter melakukan tindakan dengan tingkat presisi yang semakin tinggi.
Tulang belakang merupakan bagian penting dari tubuh yang memiliki struktur kompleks. Tidak hanya terdiri dari tulang, tulang belakang juga melibatkan sendi, diskus, ligamen, serta struktur saraf seperti spinal cord dan nerve roots. Karena itu, ketika terjadi masalah pada tulang belakang, penanganannya membutuhkan diagnosis, perencanaan, dan tindakan yang tepat.
Berbagai kondisi dapat memengaruhi tulang belakang, mulai dari penyakit degeneratif, kelainan bentuk atau deformitas, cedera dan trauma, spondylolisthesis, infeksi, tumor, hingga kondisi yang membutuhkan operasi ulang.
Mengenali Keluhan pada Tulang Belakang
Seiring bertambahnya usia, perubahan pada tulang belakang dapat menimbulkan berbagai keluhan. Pada tahap awal, seseorang mungkin mengalami nyeri punggung yang muncul sesekali atau acute back pain. Keluhan juga dapat disertai radicular pain, yaitu nyeri yang menjalar mengikuti jalur saraf.
Pada kondisi yang berlangsung lebih lama, keluhan dapat berkembang menjadi chronic back pain atau nyeri punggung kronis, yang dapat disertai kombinasi nyeri punggung dan nyeri yang menjalar.
Meski nyeri punggung cukup umum terjadi, keluhan yang menetap atau berulang sebaiknya tidak diabaikan. Pemeriksaan oleh dokter diperlukan untuk mengetahui penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai.
Perkembangan Penanganan Masalah Tulang Belakang
Penanganan masalah tulang belakang terus berkembang. Jika sebelumnya operasi konvensional menjadi salah satu pendekatan yang digunakan, kini berkembang teknik minimally invasive spine surgery.
Secara sederhana, minimally invasive spine surgery merupakan pendekatan yang berupaya menangani masalah dengan gangguan seminimal mungkin terhadap jaringan di sekitar area tindakan. Konsepnya adalah meninggalkan “the smallest footprint”.
Pendekatan ini juga mendukung minimalisasi cedera jaringan, pemulihan yang lebih cepat, serta meningkatkan akurasi penempatan implan.
Namun, semakin kompleks kondisi tulang belakang yang ditangani, semakin penting pula tingkat akurasi dalam setiap tahapan tindakan.
Mengapa Presisi Penting dalam Operasi Tulang Belakang?
Dalam operasi tulang belakang, persiapan tidak hanya dilakukan saat prosedur berlangsung. Dokter perlu melakukan perencanaan sebelum operasi atau pre-operative planning, menggunakan perangkat lunak pendukung, serta mendapatkan panduan selama tindakan atau intraoperative guidance.
Hal tersebut menjadi sangat penting pada kondisi tulang belakang yang memiliki anatomi kompleks.
Salah satu contohnya adalah pemasangan pedicle screw. Pada tulang belakang yang mengalami deformitas, ukuran dan bentuk pedikel dapat berbeda-beda, termasuk pedikel yang berukuran kecil atau memiliki bentuk yang lebih kompleks. Karena itu, penempatan implan membutuhkan ketepatan agar berada pada posisi yang optimal.
Bagaimana Navigasi Robotik Membantu?

Untuk mendukung kebutuhan akan presisi tersebut, perkembangan teknologi menghadirkan robotic navigation dalam bedah tulang belakang.
Salah satu teknologi yang ada di RS Premier Bintaro saat ini adalah Globus Excelsius GPS. Teknologi ini digunakan sebagai bagian dari sistem navigasi untuk membantu dokter selama tindakan bedah tulang belakang.
Teknologi robotik dapat membantu mengurangi faktor yang dapat memengaruhi konsistensi tindakan, seperti kelelahan dan stres, sekaligus membantu meningkatkan akurasi dan mendukung keselamatan pasien. Teknologi tersebut juga dapat digunakan dalam penanganan kasus dengan anatomi tulang belakang yang kompleks, termasuk prosedur pada skoliosis.
Robot Bukan Pengganti Dokter
Meskipun menggunakan teknologi robotik, keputusan medis tetap berada di tangan dokter.
Robot tidak menggantikan keahlian dan pengalaman dokter. Teknologi berperan sebagai alat bantu untuk mendukung dokter dalam melakukan prosedur secara lebih terarah dan presisi.
Dengan kata lain, teknologi dan keahlian dokter saling melengkapi. Dokter tetap menentukan diagnosis, indikasi tindakan, pilihan prosedur, serta keputusan medis berdasarkan kondisi masing-masing pasien.
Apa Manfaatnya bagi Pasien?
Perkembangan teknologi dalam bedah tulang belakang pada akhirnya bertujuan memberikan manfaat bagi pasien.
Teknologi dapat membantu meningkatkan akurasi tindakan dan penempatan implan. Sementara pendekatan minimally invasive ditujukan untuk meminimalkan gangguan terhadap jaringan dan mendukung pemulihan.
Dari sisi pasien, perkembangan tersebut diharapkan dapat mendukung:
- Penanganan yang lebih presisi
- Cedera jaringan yang lebih minimal pada pendekatan minimally invasive
- Pemulihan yang lebih cepat
- Pengurangan rasa nyeri
- Masa rawat inap yang lebih singkat
Namun, manfaat dan pilihan tindakan tetap dapat berbeda pada setiap pasien karena bergantung pada kondisi dan diagnosis masing-masing.
Tidak Semua Nyeri Punggung Membutuhkan Operasi.
Penting untuk dipahami bahwa tidak semua keluhan tulang belakang membutuhkan tindakan operasi.
Penanganan akan disesuaikan dengan penyebab, kondisi, dan kebutuhan masing-masing pasien. Karena itu, ketika mengalami nyeri punggung yang berulang, menetap, semakin mengganggu, atau disertai nyeri yang menjalar, langkah pertama adalah mendapatkan pemeriksaan dan evaluasi dari dokter. Dokter akan membantu menentukan penyebab keluhan serta pilihan penanganan yang paling sesuai.
Jangan Abaikan Keluhan Tulang Belakang
Nyeri punggung mungkin terlihat seperti keluhan sederhana, tetapi jika terus berulang atau mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya jangan diabaikan.
Jika Anda mengalami keluhan pada punggung atau tulang belakang, periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan evaluasi yang tepat. Semakin jelas penyebab keluhannya, semakin tepat pula penanganan yang dapat direncanakan.
Di RS Premier Bintaro, perkembangan layanan tulang belakang didukung oleh dokter spesialis serta teknologi medis, termasuk teknologi navigasi robotik, sebagai bagian dari upaya memberikan penanganan yang modern dan sesuai dengan kebutuhan pasien.
Teknologi membantu dokter menjadi lebih presisi. Namun, keputusan terbaik tetap dimulai dari diagnosis yang tepat dan penanganan yang sesuai dengan kondisi setiap pasien.
Hubungi Kami
Untuk informasi & buat janji temu Dokter
dr. Asrafi Rizki Gatam, Sp.OT (K) Spine
Orthopedi & Traumatologi Lihat jadwal| Loading data... |
|---|


