Nyeri Bahu atau Siku Jangan Diabaikan: Kenali Penyebab dan Kapan Harus Diperiksakan

31 Agustus 2026 3 min read

Oleh: dr. Jefri Sukmawan, Sp.OT, Subsp.O.B.S(K), Dokter Spesialis Ortopedi Bahu & Siku

nyeri bahu

Nyeri bahu atau siku sering kali dianggap sebagai keluhan biasa. Setelah terlalu banyak beraktivitas, mengangkat beban, berolahraga, atau bahkan terlalu lama berada dalam posisi tertentu, rasa nyeri mungkin muncul dan membuat kita berpikir bahwa istirahat saja sudah cukup.
Namun, benarkah semua nyeri bahu dan siku dapat hilang dengan sendirinya?
Berikut penjelesan terkait beberapa kondisi bahu dan siku yang paling sering ditanyakan pasien. 

Apa sebenarnya penyebab nyeri bahu?

Nyeri bahu bukanlah sebuah diagnosis, melainkan gejala yang dapat berasal dari tendon, bursa, permukaan sendi, maupun saraf. Aktivitas berulang di atas kepala, mengangkat beban secara mendadak, jatuh, tidur di sisi yang sama, hingga proses keausan selama bertahun-tahun dapat menjadi pemicunya. 

“Kalau hanya nyeri, apakah saya perlu langsung ke dokter?”
Tidak selalu. Pada keluhan ringan, istirahat relatif, menghindari gerakan pemicu, kompres es selama 15–20 menit setelah aktivitas, serta gerakan ringan dapat dicoba terlebih dahulu. Namun, apabila nyeri berlangsung lebih dari 2–3 minggu, mengganggu tidur, disertai kelemahan nyata, atau terjadi setelah jatuh, pemeriksaan sebaiknya dilakukan. 

“Mengapa bahu saya semakin sulit digerakkan?”

Salah satu kemungkinan adalah frozen shoulder atau bahu kaku. Kondisi ini terjadi ketika kapsul di sekitar sendi mengalami peradangan, kemudian menebal dan mengencang sehingga gerakan bahu menjadi semakin terbatas. 

“Apakah frozen shoulder bisa sembuh sendiri?”

Sebagian besar dapat pulih, tetapi prosesnya bisa panjang. Peregangan lembut dan bertahap menjadi bagian penting dalam penanganan. Fisioterapi terstruktur merupakan dasar terapi, sementara pada kondisi tertentu dapat dipertimbangkan suntikan kortikosteroid atau hidrodilatasi. Operasi hanya diperlukan pada sebagian kecil pasien yang tetap mengalami kekakuan signifikan setelah penanganan konservatif yang konsisten. 

“Kalau bahu terasa lemah, apakah mungkin tendon saya robek?”

Kemungkinan tersebut perlu diperiksa. Robekan rotator cuff dapat terjadi akibat cedera, terutama pada orang muda dan aktif, atau berkembang secara bertahap akibat proses keausan pada usia di atas 50 tahun. 
“Apakah semua robekan rotator cuff harus dioperasi?”
Tidak. Banyak robekan dapat ditangani dengan fisioterapi, terutama pada robekan tertentu dan pasien dengan kebutuhan aktivitas yang lebih rendah. Operasi dipertimbangkan berdasarkan ukuran robekan, kualitas otot, usia, tingkat aktivitas, serta dampaknya terhadap fungsi sehari-hari. 

Bukan Hanya Bahu, Siku Juga Bisa Bermasalah

Jika nyeri muncul saat menggenggam, mengangkat barang, atau melakukan aktivitas berulang, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa penyebabnya adalah aktivitas olahraga.

“Apakah tennis elbow hanya dialami orang yang bermain tenis?”

Tidak. Justru sebagian besar penderita tennis elbow tidak bermain tenis. Kondisi ini berkaitan dengan beban berulang pada tendon di sisi luar siku dan dapat dialami oleh orang yang sering mengetik, menggunakan perkakas, melakukan pekerjaan manual, atau menggenggam berulang kali. 

“Kalau sudah tennis elbow, apakah harus operasi?”

Tidak. Penanganan utamanya adalah program penguatan tendon yang terstruktur dan bertahap, disertai modifikasi aktivitas. Operasi umumnya menjadi pilihan terakhir setelah penanganan konservatif yang konsisten selama 6–12 bulan tidak memberikan hasil yang memadai. 

“Lalu apa bedanya dengan golfer's elbow?”

Jika tennis elbow mengenai sisi luar siku, golfer's elbow melibatkan tendon di sisi dalam siku. Kondisi ini juga tidak hanya dialami pemain golf. Aktivitas menggenggam, fleksi pergelangan tangan, rotasi lengan bawah, olahraga lempar, hingga pekerjaan manual dapat menjadi pemicunya. 

Kapan Nyeri Bahu atau Siku Tidak Boleh Lagi Ditunggu?

Pada akhirnya, pertanyaan yang paling penting bukan hanya “Apa penyakitnya?”, tetapi “Kapan saya harus diperiksa?”
Nyeri yang menetap, kelemahan, gangguan tidur atau aktivitas sehari-hari, riwayat jatuh atau benturan, kebas dan kesemutan, hingga perubahan bentuk pada bahu atau lengan merupakan tanda yang perlu mendapatkan perhatian. Pada kondisi seperti dislokasi atau patah tulang, pemeriksaan segera diperlukan. 

“Apakah semua masalah bahu dan siku membutuhkan operasi?”

Jawabannya: tidak.
Banyak kondisi dapat ditangani melalui modifikasi aktivitas, fisioterapi, obat-obatan tertentu, maupun tindakan non-operatif lainnya. Operasi baru menjadi pertimbangan pada kondisi tertentu, terutama ketika terdapat masalah struktural atau keluhan tidak membaik setelah penanganan konservatif yang tepat. 

Karena setiap kondisi memiliki penyebab dan perjalanan yang berbeda, membaca informasi kesehatan tidak dapat menggantikan pemeriksaan langsung. Jika keluhan bahu atau siku terasa familiar dengan kondisi yang dijelaskan di atas, pemeriksaan oleh dokter spesialis ortopedi dapat membantu menentukan diagnosis dan pilihan penanganan yang sesuai. 

“Kapan Harus Berkonsultasi?”

Segera konsultasikan ke Orthosports Wellness Center RS Premier Bintaro apabila Anda mengalami nyeri di bagian bahu atau siku. Penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan menghindari tindakan operasi.
 

Hubungi Kami

Untuk informasi & buat janji temu Dokter

dr. Jefri Sukmawan, Sp.OT, Subsp. OBS
Orthopedi & Traumatologi Lihat jadwal
Loading data...