+62 817-4929-054
5 Gangguan Mata yang Paling Umum Terjadi pada Orang Dewasa
Oleh: dr. Kirana A. Sampurna, Sp.M

Gangguan mata memang bisa menyerang siapapun segala umur. Namun, ada beberapa gangguan mata yang lebih umum dialami orang dewasa, biasanya karena faktor umur, obat-obatan, atau komplikasi kondisi kesehatan lain. Apa saja itu?
Katarak
Katarak adalah salah satu penyebab kebutaan paling umum di Indonesia. Katarak biasanya membutuhkan bertahun-tahun untuk bisa terdeteksi. Akibatnya, banyak orang tidak menyadari mereka mengidap katarak sebelum terlihat jelas. Apabila tidak ditangani, katarak bisa menyebabkan kebutaan. Gejala-gejala katarak antara lain:
- Pandangan berkabut atau berawan.
- Penglihatan berkurang saat malam hari.
- Sensitif terhadap cahaya dan tidak nyaman saat melihat cahaya.
- Muncul lingkaran putih saat melihat cahaya.
Penyebab katarak sangat beragam, tetapi yang paling umum adalah penuaan. Selain itu, cedera mata, paparan sinar matahari berlebihan, riwayat penyakit, dan faktor genetik bisa menjadi penyebab.
Retinopati Diabetik
Retinopati diabetik adalah gangguan pada retina akibat komplikasi dari penyakit diabetes. Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil di retina, menyebabkan kebocoran cairan, perdarahan, hingga pertumbuhan pembuluh darah abnormal. Gejala-gejala retinopati diabetik:
- Penglihatan buram dan terganggu.
- Muncul titik-titik hitam (floaters) dalam penglihatan.
- Pandangan seperti tertutup tirai atau bayangan.
- Penurunan penglihatan secara bertahap.
Penyebab utama retinopati diabetik adalah diabetes tipe 1 dan 2 yang tidak ditangani. Tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi juga bisa menjadi penyebab.
Rabun Senja
Rabun senja (nyctalopia) adalah kondisi di mana seseorang kesulitan melihat dalam pencahayaan rendah atau saat malam tiba. Umumnya, rabun senja tidak akan menyebabkan kebutaan total, dan bisa ditangani dengan lensa kacamata atau operasi laser mata. Gejala-gejala rabun senja adalah:
- Sulit melihat saat cahaya minim atau tempat gelap.
- Mata tidak bisa menyesuaikan dari terang ke gelap.
- Penglihatan berkurang dan merabun saat malam hari.
Rabun senja umumnya dialami orang dewasa dan lanjut usia. Faktor lain seperti kekurangan vitamin A, faktor genetik, dan kondisi mata rabun lainnya juga bisa menjadi penyebab.
Glaukoma
Glaukoma adalah kondisi di mana tekanan pada bola mata meningkat, menyebabkan kerusakan pada saraf optik yang penting untuk penglihatan. Jika tidak diobati, glaukoma dapat menyebabkan kebutaan permanen. Gejala-gejala glaukoma adalah:
- Kehilangan penglihatan bertahap, terutama penglihatan bagian samping (perifer).
- Sakit pada bagian mata.
- Mual dan muntah.
- Mata merah.
- Melihat lingkaran cahaya.
Glaukoma bisa disebabkan cedera, faktor genetik, atau penggunaan obat tertentu seperti steroid.
Buta Warna
Buta warna adalah kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan dalam membedakan warna tertentu, terutama merah dan hijau atau biru dan kuning. Kondisi buta warna diklasifikasikan dalam beberapa spektrum, dan tidak semua kondisi buta warna meliputi buta warna total. Gejala-gejala buta warna:
- Sulit membedakan warna-warna tertentu, terutama warna terang seperti merah atau kuning.
- Melihat warna dengan intensitas berbeda dari orang lain.
- Kesulitan membaca kode warna, misalnya pada peta atau grafik.
Penyebab umum buta warna berasal dari genetik, tetapi kondisi lain bisa menjadi penyebab, contohnya gangguan saraf mata, efek samping obat-obatan (misalnya obat anti TBC atau obat jantung), atau paparan bahan kimia tertentu.
Cara Menjaga Kesehatan Mata
Penglihatan adalah indra paling penting dalam tubuh. Terganggunya penglihatan atau kebutaan bisa berdampak besar pada kesehatan dan kondisi hidup. Ada baiknya Anda menjaga kesehatan mata agar mengurangi risiko terjadinya gangguan mata. Cara menjaga kesehatan mata antara lain:
- Makan makanan bergizi yang mengandung vitamin A seperti wortel dan labu. Makanan yang mengandung omega-3 juga baik untuk kesehatan mata, seperti ikan dan kacang-kacangan.
- Hindari menggosok mata, terutama dengan keadaan tangan kotor, atau jika mata sedang infeksi. Jika mata terasa gatal, basuh dengan air bersih atau obat tetes mata.
- Atur kecerahan layar saat Anda menggunakan gadget. Jangan terlalu terang atau terlalu redup. Saat malam tiba atau dalam ruangan gelap, sebaiknya hindari pemakaian gadget berlama-lama.
- Gunakan kacamata hitam saat Anda berada di luar ruangan atau berpaparan langsung dengan matahari. Paparan sinar UV berlebihan bisa meningkatkan risiko gangguan saraf mata.
Kelima gangguan mata ini dapat ditangani dengan bantuan medis. Ada baiknya Anda mengecek kesehatan mata secara berkala dan segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala-gejala yang tidak biasa. Jika Anda membutuhkan konsultasi dengan dokter ahli mata, segera kunjungi Spesialis Mata di Rumah Sakit Premier Bintaro agar bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat.
Hubungi Kami
Untuk informasi & buat janji temu Dokter
| Loading data... |
|---|

