+62 817-4929-054
Benarkah Buta Warna Tidak Mengenali Semua Warna?
Oleh: dr. Ameria Paramita, Sp.M, MARS
Buta warna adalah kondisi ketika seseorang tidak dapat melihat warna secara normal. Banyak orang beranggapan bahwa penderita buta warna tidak dapat membedakan semua warna. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar karena kemampuan melihat warna pada penderita buta warna sangat bergantung pada jenis buta warna yang dialami.
Berikut penjelasan lengkap mengenai buta warna.
Bagaimana Mata Melihat Warna?

Mata manusia memiliki tiga jenis sel kerucut (cone cells) yang berfungsi sebagai fotoreseptor untuk menangkap cahaya dan warna, yaitu:
- Sel kerucut L: mempersepsi warna merah
- Sel kerucut M: mempersepsi warna hijau
- Sel kerucut S: mempersepsi warna biru
Ketiga sel kerucut ini bekerja sama mengirimkan informasi warna ke otak berdasarkan spektrum cahaya yang diterima. Otak kemudian mengolah informasi tersebut sehingga seseorang dapat melihat dan membedakan berbagai warna. Kondisi ini disebut penglihatan trikromatik normal.
Jenis-Jenis Buta Warna
Pada penderita buta warna, terdapat gangguan pada fungsi satu atau lebih sel kerucut. Bahkan, pada kondisi tertentu, seseorang dapat terlahir tanpa sel kerucut yang berfungsi sehingga sama sekali tidak dapat membedakan warna.
Berdasarkan Kemampuan Membedakan Warna
- Buta warna parsial: kesulitan membedakan warna tertentu.
- Buta warna total: tidak dapat membedakan warna apa pun.
Berdasarkan Tingkat Keparahan
- Trikromat Anomali
Terjadi ketika salah satu sel kerucut bekerja tidak selaras dengan dua lainnya.- Protanomali: sensitivitas terhadap warna merah menurun
- Deuteranomali: sensitivitas terhadap warna hijau menurun (paling sering)
- Tritanomali: sensitivitas terhadap warna biru menurun (paling jarang)
- Dikromatik
Hanya dua sel kerucut yang berfungsi.- Protanopia: tidak dapat mempersepsi warna merah
- Deuteranopia: tidak dapat mempersepsi warna hijau
- Tritanopia: tidak dapat mempersepsi warna biru
- Monokromatik
Tidak dapat melihat warna sama sekali; dunia hanya tampak dalam gradasi abu-abu. Dikenal sebagai akromatopsia.
Faktor Risiko Buta Warna
Buta warna dapat disebabkan oleh faktor keturunan maupun didapat.
Faktor Keturunan
- Lebih sering terjadi pada pria
- Riwayat keluarga dari pihak ibu
Buta warna genetik diturunkan melalui kromosom X.
Faktor Didapat
- Penyakit metabolik seperti diabetes
- Obat-obatan tertentu
- Penyakit mata seperti neuropati optik, katarak, atau glaukoma
Diagnosis Buta Warna

Diagnosis sejak dini penting untuk mengetahui jenis buta warna yang dialami.
- Tes Ishihara
- Farnsworth-Munsell Test
- Tes Warna Cambridge
Kesimpulan
Buta warna tidak selalu berarti seseorang tidak dapat melihat semua warna. Jenis dan tingkat keparahannya sangat bervariasi. Untuk diagnosis akurat, konsultasikan dengan dokter spesialis mata di Rumah Sakit Premier Bintaro.
Hubungi Kami
Untuk informasi & buat janji temu Dokter
| Loading data... |
|---|
