Mengapa Setiap Menit Pasien Stroke Sangat Berharga?

30 Juli 2026 3 min read

Oleh: dr Meidianie Camellia, dr. Sp.S

time is brain

Apa Itu Stroke?

Stroke adalah kondisi ketika aliran darah ke otak terganggu akibat sumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Akibatnya, sel-sel otak tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup sehingga mulai mengalami kerusakan dalam waktu singkat.

Kerusakan ini dapat menyebabkan gangguan fungsi tubuh, mulai dari kelemahan anggota gerak, gangguan bicara, hingga penurunan kesadaran. Secara umum, stroke dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Stroke iskemik, yaitu stroke akibat penyumbatan pembuluh darah otak. Jenis ini merupakan yang paling sering terjadi.
  2. Stroke hemoragik, yaitu stroke akibat pecahnya pembuluh darah di otak yang menyebabkan perdarahan. 

Kenali Gejala Stroke Sejak Dini

Stroke merupakan kondisi gawat darurat medis. Gejala dapat muncul secara tiba-tiba, antara lain:

  • Wajah tampak mencong atau salah satu sisi wajah sulit digerakkan.
  • Kelemahan atau mati rasa pada lengan maupun tungkai, terutama di satu sisi tubuh.
  • Bicara menjadi pelo, sulit berbicara, atau sulit memahami pembicaraan.
  • Gangguan keseimbangan atau koordinasi tubuh (ataksia).
  • Penurunan kesadaran secara mendadak.
  • Gangguan penglihatan atau sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba. 

Jika salah satu gejala tersebut muncul, jangan menunggu gejala membaik. Segera bawa pasien ke rumah sakit yang memiliki fasilitas penanganan stroke.

Mengapa Waktu Sangat Menentukan?

Dalam penanganan stroke dikenal istilah "time is brain", yang berarti setiap menit keterlambatan dapat menyebabkan semakin banyak sel otak yang rusak.
Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan pencitraan otak menggunakan CT Scan atau MRI.

MRI memiliki sensitivitas yang lebih tinggi untuk mendeteksi stroke iskemik pada fase awal, sementara CT Scan sering digunakan sebagai pemeriksaan awal karena lebih cepat tersedia pada kondisi gawat darurat. 

Terapi Modern untuk Stroke Iskemik

Kemajuan dunia kedokteran memungkinkan sebagian pasien stroke iskemik mendapatkan terapi yang dapat membuka kembali pembuluh darah yang tersumbat.

  1. Trombolisis
    Trombolisis menggunakan obat recombinant tissue plasminogen activator (rTPA) yang berfungsi melarutkan bekuan darah penyebab stroke. Terapi ini paling efektif bila diberikan dalam waktu maksimal 4,5 jam sejak gejala pertama muncul. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian rTPA dapat meningkatkan peluang pemulihan yang baik hingga sekitar 30% pada pasien yang memenuhi kriteria.
  2. Trombektomi Mekanik
    Pada pasien dengan penyumbatan pembuluh darah besar (Large Vessel Occlusion/LVO), dokter dapat melakukan mechanical thrombectomy, yaitu prosedur untuk mengambil bekuan darah menggunakan kateter yang dimasukkan melalui pembuluh darah.
    Tindakan ini dapat dilakukan hingga 6–24 jam setelah gejala muncul pada pasien yang memenuhi kriteria tertentu. Mechanical thrombectomy terbukti meningkatkan peluang pemulihan fungsional hingga lebih dari 50% dibandingkan tanpa tindakan. 

Perawatan di Stroke Unit

Setelah fase akut teratasi, pasien akan menjalani perawatan di Stroke Unit, yaitu unit khusus yang melibatkan dokter spesialis saraf, dokter rehabilitasi medik, perawat, ahli gizi, fisioterapis, serta tenaga kesehatan lainnya.

Perawatan tidak hanya berfokus pada mengatasi stroke, tetapi juga mencakup:

  • pemantauan kondisi neurologis secara ketat
  • pengendalian tekanan darah dan gula darah
  • penanganan pembengkakan otak bila terjadi
  • skrining gangguan menelan (disfagia)
  • rehabilitasi dini
  • serta identifikasi faktor risiko untuk mencegah stroke berulang

Stroke Dapat Dicegah

Diperkirakan sekitar 90% faktor risiko stroke sebenarnya dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup dan pengendalian penyakit penyerta. Salah satu langkah sederhana yang dianjurkan adalah menerapkan prinsip CERDIK, yaitu:

  • Cek kesehatan secara berkala.
  • Enyahkan rokok.
  • Rajin beraktivitas fisik minimal 150 menit per minggu.
  • Diet seimbang dengan membatasi garam, gula, lemak, dan makanan tinggi kolesterol.
  • Istirahat yang cukup, sekitar 6–8 jam setiap hari.
  • Kelola stres dengan baik. 

Jangan Tunda Pertolongan

Stroke adalah kondisi yang berpacu dengan waktu. Semakin cepat pasien mendapatkan diagnosis dan terapi yang tepat, semakin besar peluang untuk mengurangi kecacatan dan meningkatkan kualitas hidup setelah stroke. Bila Anda atau orang di sekitar mengalami gejala stroke, segera menuju rumah sakit yang memiliki layanan penanganan stroke agar terapi dapat diberikan dalam waktu emas yang tersedia.

 

Hubungi Kami

Untuk informasi & buat janji temu Dokter

Tags
dr. Meidianie Camellia, Sp.N
Neurologi Lihat jadwal
Loading data...