+62 817-4929-054
Gagal Jantung: Pahami Kinerja, Tipe, Gejala, dan Faktor Risikonya

Telah ditinjau dan disetujui oleh dr. Beny Hartono, Sp.JP, Subsp. KI (K), FIHA, FAPSC
Pernahkah Anda mendengar istilah gagal jantung? Kondisi ini mungkin terdengar menakutkan, namun memahami lebih dalam tentang gagal jantung akan membantu Anda mengenali gejala awal dan bagaimana mengambil langkah pencegahannya. Mari simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Apa Itu Gagal Jantung?
Gagal jantung adalah kondisi di mana jantung tidak mampu memompa darah dengan cukup ke seluruh tubuh. Meskipun namanya “gagal”, kondisi ini tidak berarti jantung berhenti bekerja sama sekali. Pasalnya, jantung yang sehat memompa darah kaya oksigen ke seluruh tubuh dan membawa kembali darah dan oksigen ke paru-paru. Ketika jantung mengalami gangguan, proses ini terhambat, sehingga organ-organ tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi.
Bagaimana Jantung Bekerja?
Sebelum membahas lebih jauh tentang gagal jantung, penting untuk memahami bagaimana jantung bekerja secara normal. Jantung terdiri dari empat ruang utama, yaitu: atrium kanan, ventrikel kanan, atrium kiri, dan ventrikel kiri. Atrium berfungsi sebagai ruang penerima darah, sedangkan ventrikel berfungsi sebagai ruang pompa. Katup-katup jantung memastikan darah mengalir dengan arah yang benar.
Tipe Gagal Jantung
Ada beberapa tipe gagal jantung, namun secara umum dapat dibedakan menjadi:
Gagal Jantung Sisi Kiri
Ketika seseorang mengalami gagal jantung sisi kiri, ventrikel kiri harus bekerja lebih ekstra untuk memompa darah dalam jumlah yang sama. Kemampuan jantung memompa darah ini diukur dengan fraksi ejeksi (EF). Semakin tinggi nilai EF, semakin baik kinerja jantung. Pada kondisi normal, nilai EF berkisar antara 55% hingga 60%. Jika nilai EF seseorang rendah, itu artinya jantung mengalami kesulitan memompa darah. Dua jenis gagal jantung sisi kiri:
Gagal Sistolik: Pada gagal jantung sisi kiri, otot jantung bagian bawah sebelah kiri (ventrikel kiri) melemah, sehingga tidak dapat berkontraksi dengan kuat seperti biasanya. Akibatnya, jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh dengan tekanan yang cukup. Kondisi ini sering disebut sebagai gagal jantung dengan fraksi ejeksi rendah (HFrEF) dengan kemampuan jantung memompa darah kurang dari atau sama dengan 40%.
Gagal Diastolik: Pada jenis gagal jantung ini, otot jantung bagian bawah sebelah kiri (ventrikel kiri) menjadi kaku sehingga sulit untuk rileks. Akibatnya, jantung tidak dapat terisi darah secara penuh di antara setiap detaknya. Kondisi ini disebut gagal jantung dengan fraksi ejeksi terpelihara (HFpEF) dengan kemampuannya memompa darah masih cukup baik, yaitu lebih dari atau sama dengan 50%. Selain itu, ada juga kondisi peralihan yang disebut gagal jantung dengan fraksi ejeksi rentang menengah (HFmrEF). Pada kondisi ini, kemampuan memompa darah berada di antara HFpEF dan jenis gagal jantung lainnya yang memiliki kemampuan memompa darah yang lebih lemah (HFrEF), yaitu antara 41% hingga 49%.
Gagal Jantung Sisi Kanan
Gagal jantung sisi kanan biasanya merupakan akibat dari masalah pada sisi kiri jantung. Jika sisi kiri tidak dapat memompa darah dengan baik, tekanan darah akan meningkat dan membebani sisi kanan. Hal ini menyebabkan sisi kanan juga mengalami kesulitan dalam memompa darah ke paru-paru. Akibatnya, sisi kanan juga melemah dan tidak mampu memompa darah secara efektif, sehingga darah menumpuk di pembuluh darah di seluruh tubuh.
Gagal Jantung Kongestif
Ketika aliran darah keluar dari jantung terhambat, darah akan menumpuk di dalam tubuh dan menyebabkan pembengkakan atau edema. Kondisi ini sering disebut sebagai gagal jantung kongestif (CHF). Edema paling sering terjadi pada kaki, namun juga bisa terjadi di bagian tubuh lainnya. Jika cairan menumpuk di paru-paru, kondisi ini disebut edema paru dan dapat menyebabkan kesulitan bernapas.
Gejala Gagal Jantung
Gejala gagal jantung dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan tipe gagal jantung. Beberapa gejala umum yang mungkin muncul antara lain:
Sesak nafas, terutama saat beraktivitas atau berbaring
Mudah kelelahan
Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau perut
Batuk kering
Detak jantung tidak teratur
Penurunan nafsu makan
Berat badan bertambah atau berkurang secara tiba-tiba
Faktor Risiko Gagal Jantung
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gagal jantung meliputi:
Penyakit jantung koroner: Terjadi ketika kolesterol dan lemak menumpuk di arteri jantung dan menyebabkan penyumbatan arteri koroner yang memasok darah ke jantung.
Tekanan darah tinggi: Terjadi ketika tekanan darah yang terus-menerus tinggi, sehingga dapat melemahkan kerja jantung.
Diabetes tipe 2: Penderita diabetes cenderung mengalami tekanan darah tinggi, sehingga dapat merusak pembuluh darah.
Sindrom metabolik: Lima faktor risiko metabolik yaitu lingkar pinggang besar (obesitas perut), trigliserida puasa tinggi, kolesterol HDL (baik) rendah, tekanan darah tinggi, dan gula darah puasa tinggi. Faktor risiko tersebut memengaruhi jantung.
Masalah tiroid yang terlalu aktif: Kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung dan penebalan otot jantung.
Penuaan: Orang yang berusia di atas 65 tahun lebih mungkin mengalami gagal jantung akibat melemahnya jantung atau jantung menjadi kaku karena usia.
Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera konsultasikan dengan dokter Spesialis Jantung RS Premier Bintaro. Spesialis Jantung di rumah sakit kami bertugas mendiagnosis dan memberikan pengobatan kelainan jantung bawaan, penyakit arteri koroner, gagal jantung, penyakit jantung katup, dan elektrofisiologi, sehingga dapat membantu pasien untuk mengatasi berbagai keluhan serta mencegah masalah jantung.
Hubungi Kami
Untuk informasi dan buat janji temu dokter
Sumber
dr. Beny Hartono, Sp.JP, Subsp. KI (K), FIHA, FAPSC
Jantung dan Pembuluh Darah Lihat jadwal| Loading data... |
|---|


