+62 817-4929-054
HERNIA: Penyebab, Gejala, dan Penanganannya
oleh: dr. Gisela Karina Setiawan, Sp.B, FINACS

Hernia adalah kondisi medis di mana organ atau jaringan dalam tubuh menonjol keluar melalui defek atau titik lemah pada otot atau dinding jaringan di sekitarnya. Biasanya, hernia terjadi di area perut, namun bisa juga muncul di area lain seperti paha atas, pusar, atau bahkan di daerah bekas luka operasi. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai gejala yang mengganggu dan berpotensi serius jika tidak segera ditangani.
Jenis-jenis Hernia Berdasarkan Letaknya:
Hernia Inguinalis: Merupakan jenis hernia yang paling umum (75%), terjadi ketika usus atau jaringan lain menonjol melalui dinding otot di area selangkangan. Hernia inguinalis di klasifikasikan menjadi hernia direct atau indirect. Dapat merupakan kongenital atau didapat. Jenis ini lebih sering terjadi pada pria.
Hernia Femoralis: Jenis hernia ini terjadi ketika jaringan menonjol melalui saluran femoral, yang terletak di dekat paha bagian atas. Hernia femoralis lebih sering terjadi pada wanita, terutama yang sudah berusia lanjut.
Hernia Umbilikalis: Terjadi ketika sebagian usus menonjol melalui dinding perut dekat pusar. Jenis ini umum terjadi pada bayi yang baru lahir, tetapi juga bisa terjadi pada orang dewasa.
Hernia Insisional: Hernia ini terjadi pada area bekas luka operasi di perut. Biasanya terjadi akibat lemahnya dinding perut di sekitar area bekas operasi.
Sifat Hernia:
Hernia Reducible dimana isi kantung hernia masih dapat dimasukkan kembali.
Hernia Irreducible dimana isi kantung hernia tidak dapat dimasukkan kembali.
Hernia Inkarserata dimana isi kantung hernia terjepit oleh cincin hernia sehingga tidak dapat dikembalikan lagi dan terjadi gangguan pasase dan tanda – tanda obstruksi usus.
Hernia Strangulata dimana sudah terdapat gangguan vaskularisasi sampai terjadinya nekrosis dan kematian usus.
Penyebab Hernia
Hernia terjadi karena kombinasi antara kelemahan otot dan tekanan berlebih pada tubuh. Faktor risiko hernia diantaranya :
Jenis kelamin laki – laki (27% terjadi pada laki – laki dan 3% terjadi pada Wanita)
Riwayat hernia pada keluarga (8x peningkatan risiko hernia)
Kelemahan Otot: bisa terjadi akibat penuaan, luka, atau cacat bawaan.
Tekanan Berlebih pada perut: Aktivitas yang meningkatkan tekanan dalam perut seperti mengangkat beban berat, batuk kronis, konstipasi maupun riwayat sakit prostat dapat meningkatkan risiko hernia.
Faktor Risiko Lain: Obesitas, kehamilan, dan riwayat merokok juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena hernia.
Gejala Hernia
Gejala hernia bisa bervariasi tergantung pada jenis dan lokasi hernia. Beberapa gejala umum yang sering terjadi antara lain:
Benjolan yang sifatnya hilang timbul. Benjolan membesar ketika berdiri atau batuk dan biasanya menghilang saat tidur terlentang.
Nyeri atau ketidaknyamanan: nyeri dapat terjadi terutama ketika mengangkat beban, batuk, atau saat buang air besar.
Tanda – tanda obstruksi pada usus dapat terjadi pada hernia inkarserata ataupun strangulata akibat jeratan dari cincin hernia (nyeri perut, mual, muntah, konstipasi)
Pengobatan Hernia
Operasi masih merupakan tatalaksana yang efektif bagi pasien dengan gejala / symptomatik. Bagi pasien yang asymptomatik atau dengan gejala yang minimal, monitoring / observasi (watchful waiting) dapat merupakan langkah aman dan beralasan. Secara umum, beberapa pendekatan pengobatan meliputi:
Observasi: Pada hernia yang kecil dan tidak menimbulkan gejala, dokter mungkin akan menyarankan observasi tanpa tindakan bedah. Namun, hernia perlu dipantau secara rutin untuk memastikan tidak membesar atau menyebabkan komplikasi.
Penggunaan penopang: Pada beberapa kasus, penggunaan alat penopang seperti hernia belt bisa membantu mengurangi gejala.
Operasi: Operasi adalah pengobatan yang paling umum dan efektif untuk hernia. Terdapat dua jenis operasi hernia, yaitu operasi terbuka dan laparoskopi. Kedua metode ini bertujuan untuk mengembalikan organ atau jaringan yang menonjol ke posisi semula dan memperkuat dinding otot yang lemah.
Pencegahan Hernia
Meski tidak semua hernia dapat dicegah, ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk mengurangi risiko terkena hernia:
Jaga berat badan ideal: kelebihan berat badan dapat meningkatkan tekanan pada dinding perut, yang bisa menyebabkan hernia.
Hindari mengangkat beban berat: Jika harus mengangkat beban berat, pastikan untuk melakukannya dengan teknik yang benar.
Perkuat otot perut: latihan yang memperkuat otot perut dapat membantu mencegah terjadinya hernia, terutama pada orang yang berisiko tinggi.
Konsumsi makanan sehat: diet yang kaya serat dapat mencegah konstipasi, yang dapat mengurangi tekanan pada perut.
Kesimpulan
Hernia adalah kondisi yang perlu mendapat perhatian medis karena dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik. Apabila dibiarkan dapat mengakibatkan komplikasi serius seperti hernia inkarserata ataupun strangulata. Tindakan bedah masih merupakan tatalaksana yang efektif untuk hernia. Oleh karena itu, penting untuk memahami gejala hernia dan mencari pengobatan segera jika diperlukan.
untuk informasi & buat janji temu Dokter dapat menghubungi:
- Contact Centre: 1 500 908
- WhatsApp Chatbot Appointment: +62 8122 2309 911
| Loading data... |
|---|