Deteksi Dini dan Pentingnya Skrining Kelainan Ginjal pada Bayi Baru Lahir

19 Maret 2026 4 min read

Oleh: dr. Eka Laksmi Hidayati, Sp.A, Subsp. Nefro

kelainan ginjal bawaan lahir

Penyakit ginjal tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga dapat terjadi pada anak-anak, bahkan sejak lahir. Kelainan ginjal kongenital (bawaan lahir) merupakan salah satu penyebab utama penyakit ginjal kronis (PGK) pada anak. Tanpa disadari, kerusakan ginjal dapat berkembang secara perlahan dan baru terdeteksi saat kondisi sudah lanjut.
Oleh karena itu, deteksi dini melalui skrining pada bayi baru lahir menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas hidup anak di masa depan.

Mengapa Skrining Kelainan Ginjal pada Bayi Baru Lahir Penting?

Kelainan ginjal bawaan, yang dikenal sebagai CAKUT (Congenital Anomalies of the Kidney and Urinary Tract), sering kali tidak menunjukkan gejala pada awal kehidupan. Gejala baru muncul ketika kerusakan ginjal sudah cukup berat.

Beberapa alasan pentingnya skrining antara lain:

  • Mencegah komplikasi serius
    Deteksi dini memungkinkan intervensi medis lebih cepat untuk memperlambat atau menghentikan progresivitas penyakit. Hal ini dapat mencegah komplikasi seperti gangguan pertumbuhan, anemia, malnutrisi, hipertensi, hingga gagal ginjal permanen.
  • Intervensi tepat waktu
    Kelainan seperti hidronefrosis (pelebaran ginjal akibat sumbatan) memerlukan pemantauan ketat atau tindakan medis segera. Deteksi dini membantu dokter merencanakan penanganan yang optimal.
  • Meningkatkan kualitas hidup
    Penanganan yang cepat dan tepat memungkinkan anak tumbuh dan berkembang secara optimal serta mengurangi risiko keterlambatan perkembangan atau kebutuhan dialisis di usia dini.
  • Mengurangi beban biaya kesehatan
    Penanganan PGK stadium lanjut membutuhkan biaya besar, seperti dialisis atau transplantasi. Skrining dan pencegahan sejak dini dapat menekan beban biaya tersebut.
     

Jenis Skrining dan Deteksi Dini

Di Indonesia, Skrining Bayi Baru Lahir (SBBL) umumnya mencakup pemeriksaan seperti hipotiroid kongenital dan defisiensi enzim G6PD. Namun, deteksi kelainan ginjal sebenarnya dapat dimulai sejak masa kehamilan hingga setelah bayi lahir.

1. Ultrasonografi (USG) Antenatal

Pemeriksaan USG selama kehamilan dapat mendeteksi kelainan ginjal dan saluran kemih janin, seperti:

  • Hidronefrosis (pelebaran ginjal)
  • Hidroureter (pelebaran saluran kemih)
  • Ginjal multikistik displastik (MKD)
  • Kelainan ukuran atau posisi ginjal

Deteksi sejak dalam kandungan memungkinkan perencanaan persalinan dan penanganan pascalahir secara optimal oleh tim medis.

2. Pemeriksaan Fisik Bayi Baru Lahir

Setelah lahir, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh, termasuk area perut.
Tanda yang perlu diwaspadai:
•    Benjolan di perut atau kandung kemih
•    Gangguan berkemih atau perubahan urin

3. Pemeriksaan Lanjutan

Jika terdapat faktor risiko atau kecurigaan klinis, pemeriksaan lanjutan dapat meliputi:

  • USG ginjal postnatal
  • Pemeriksaan urine, untuk mendeteksi infeksi saluran kemih (ISK) atau proteinuria
  • Pemeriksaan darah, untuk menilai fungsi ginjal

4. Pemantauan Pertumbuhan dan Kesehatan

Kelainan ginjal bawaan dapat berdampak pada pertumbuhan anak. Tanda yang perlu diperhatikan:

  • Berat badan atau tinggi badan tidak sesuai kurva pertumbuhan
  • Infeksi saluran kemih (ISK) berulang

Pada kondisi tersebut, evaluasi lanjutan, termasuk USG, sangat dianjurkan.

Langkah Pencegahan dan Tindak Lanjut

Deteksi dini bukanlah akhir, melainkan awal dari pemantauan dan penanganan jangka panjang. Jika bayi terdiagnosis kelainan ginjal, langkah yang dapat dilakukan meliputi:

  1. Pemantauan berkala
    Meliputi pemeriksaan tekanan darah, pertumbuhan, dan fungsi ginjal secara rutin.
  2. Penanganan infeksi saluran kemih (ISK)
    Pencegahan dan pengobatan ISK penting untuk mencegah kerusakan ginjal lebih lanjut.
  3. Tindakan medis khusus
    Pada kasus tertentu, seperti sumbatan berat, dapat diperlukan tindakan pembedahan.
  4. Edukasi orang tua
    Meliputi pemahaman mengenai asupan cairan, nutrisi, serta penggunaan obat yang aman bagi ginjal anak.

     

Kesadaran masyarakat dan tenaga medis merupakan kunci utama dalam deteksi dini kelainan ginjal pada anak. Orang tua dianjurkan untuk terbuka mengenai riwayat kesehatan keluarga serta tidak ragu berkonsultasi dengan dokter anak, terutama jika terdapat faktor risiko.
Dengan skrining yang tepat dan intervensi yang cepat, setiap bayi memiliki kesempatan yang lebih besar untuk tumbuh sehat dan menjalani masa depan yang optimal.

 

Hubungi Kami

Untuk informasi & buat janji temu Dokter

dr. Eka Laksmi Hidayati, Sp.A, Subsp. Nefro
Anak Lihat jadwal
Loading data...