5 Momen Penting Saat Hormon Wanita Bisa Ganggu Kesehatan Mulut

31 Desember 2025 3 min read

Oleh: drg. Devi Oktora, MKM, Sp.PM

Hormon reproduksi dalam tubuh wanita normalnya akan terus berfluktuasi seiring dengan pergantian waktu. Menariknya, perubahan hormon reproduksi ini bukan hanya memengaruhi sistem reproduksi saja, melainkan kesehatan mulut juga. Apa hubungan sebenarnya? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.

Mengenal Hormon Reproduksi Wanita

Estrogen dan progesteron merupakan dua hormon reproduksi yang memiliki peranan penting terhadap kesehatan reproduksi dan keseluruhan wanita. Keduanya bertanggung jawab atas perkembangan karakteristik seks sekunder, seperti payudara, serta siklus menstruasi di setiap bulannya. Jika kadar salah satunya berkurang atau bertambah, sistem reproduksi juga mungkin mengalami perubahan. Misalnya, siklus menstruasi menjadi lebih pendek atau lebih panjang.

Selain itu, kedua hormon ini juga nyatanya dapat memengaruhi kesehatan wanita di luar kesehatan seksual atau reproduksi. Beberapa temuan yang telah terbukti secara klinis adalah estrogen mendukung kesehatan jantung, membantu menjaga kekuatan tulang, meningkatkan kesehatan otak, hingga memengaruhi kesehatan mulut.

Mengapa Hormon Reproduksi Wanita Memengaruhi Kesehatan Mulut?

Estrogen dan progesteron berperan dalam mengatur berbagai fungsi tubuh, termasuk metabolisme jaringan, aliran darah, respon peradangan, serta komposisi mikrobiota. Saat kedua hormon ini meningkat, aliran darah ke jaringan gusi ikut bertambah, sehingga gusi menjadi lebih sensitif terhadap iritasi akibat penumpukan plak dalam mulut. Efek hormonal dapat membuat:

  • gusi mudah bengkak atau berdarah,
  • respon inflamasi/peradangan meningkat,
  • perubahan produksi air liur/saliva,
  • perubahan mikroflora mulut,
  • munculnya keluhan pada sendi rahang.

Oleh karena itu, pada waktu-waktu tertentu, seseorang terutama wanita lebih rentan mengalami gangguan kesehatan gigi dan mulut.

Waktu Ketika Hormon Reproduksi Memengaruhi Kesehatan Mulut

Berikut adalah waktu-waktu ketika hormon reproduksi mengganggu atau memengaruhi kesehatan mulut:

1. Pubertas

Pada masa pubertas, yaitu usia 8-13 tahun, akan ada lonjakan produksi hormon estrogen dan progesteron. Kenaikan yang cukup signifikan ini dapat meningkatkan aliran darah ke gusi dan mengubah cara gusi bereaksi terhadap iritas dan plak. Sebagai akibatnya, jaringan gusi menjadi merah, bengkak, lunak, dan cenderung membuat gusi mudah berdarah ketika menyikat gigi, risiko gingivitis pubertas meningkat.

2. Menstruasi

Peningkatan kadar progesteron selama siklus menstruasi (2-7 hari setiap pengulangan 21-35 hari) akan meningkatkan risiko sariawan (stomatitis aftosa), gusi bengkak merah, kelenjar ludah bengkak atau terasa nyeri, atau gusi berdarah. Beberapa wanita ada juga yang mengalami radang gusi tepat sebelum menstruasi dimulai (hari pertama) dan akan sembuh dengan sendirinya.

3. Menggunakan Alat Kontrasepsi

Wanita yang mengonsumsi pil KB dengan kandungan progesteron juga berpotensi mengalami peradangan gusi. Pasalnya, kadar progesteron dalam pil tersebut akan meningkatkan kadar hormon progesteron alami dalam tubuh, sehingga memicu reaksi gusi terhadap peningkatan racun pada plak.

Di sisi lain, konsumsi pil KB dengan kandungan estrogen justru menurunkan kadar estrogen alami. Kendati demikian, hal ini juga mungkin memunculkan masalah mulut lainnya, yang memengaruhi sendi temporomandibular (TMJ). Sendi ini menghubungkan rahang ke sisi kepala, sehingga gangguan pada sendi ini dapat mengganggu kontrol pengunyahan dan pergerakan rahang, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman saat mengunyah.

4. Kehamilan

Saat hamil, kadar progesteron akan meningkat secara signifikan. Kondisi ini membuat wanita yang sedang mengandung lebih rentan mengalami radang gusi (gingivitis gravidarum), pembesaran jaringan gusi (epulis gravidarum) peningkatan plak bakteri, risiko periodontitis lebih tinggi jika gingivitis tidak teratasi dan oral hygiene tidak baik.. Untuk mengurangi risiko masalah mulut, ibu hamil sebaiknya rutin melakukan pembersihan area mulut dan gigi selama trimester kedua atau ketiga.

5. Menopause

Menopause adalah fase hidup wanita di mana ia berhenti mengalami siklus menstruasi selama 12 bulan sebelum berhenti selamanya. Rata-rata, menopause terjadi pada usia 51 tahun. Ketika menopause, tubuh wanita berhenti memproduksi sebagian besar kadar estrogen. Hal ini memengaruhi struktur tulang dan jaringan mulut, membuat risiko-risiko masalah kesehatan mulut seperti mulut kering (xerostomia) hingga perubahan flora mulut (jamur/candida meningkat), sensasi terbakar di mulut (burning mouth syndrome), peningkatan risiko gusi mudah iritasi, percepatan kehilangan tulang penyangga gigi (alveolar) jika tidak terkontrol.
Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Saat Terjadi Perubahan Hormonal

Berdasarkan penjelasan di atas, naik turunnya kadar hormon estrogen dan progesteron memiliki pengaruh langsung terhadap kesehatan mulut. Agar kesehatan gigi dan mulut anda tetap terjaga dengan baik, sikat gigi setidaknya dua kali sehari dengan pasta gigi yang mengandung fluoride, konsumsi makanan gizi seimbang, untuk manajemen mulut kering terutama pada menopause perbanyak konsumsi air putih, kulum-kulum permen bebas gula atau buah potong yang banyak mengandung air untuk merangsang kelenjar air liur, hindari kafein dan alkohol. Jangan lupa kunjungi dokter gigi minimal 6 bulan sekali.

Premier Cheers Dental merupakan klinik khusus untuk menangani masalah kesehatan gigi dan mulut yang ada di RS Premier Bintaro. Semua dokter gigi di klinik ini memiliki kompetensi tinggi untuk memastikan proses pengobatan berjalan dengan aman dan nyaman.
 

Hubungi Kami

Untuk informasi & buat janji temu Dokter

Tags
drg. Devi Oktora, MKM, Sp.PM
drg. Devi Oktora, MKM, Sp.PM
Gigi
Loading data...