+62 817-4929-054
Gangguan Mental pada Anak, Kenali Tanda dan Jenis-jenisnya
Oleh: Monica Sulistiawati, S.Psi, M.Psi,Psikolog

Bagi orang tua, kesehatan anak adalah segalanya. Bukan hanya sekadar kesehatan fisik saja, melainkan juga kesehatan mental. Namun, masalah kesehatan mental sering terabaikan karena terkadang sulit untuk mendeteksinya, berbeda dengan kesehatan fisik yang akan langsung terlihat. Untuk membantu Anda lebih memahaminya, berikut ini adalah beberapa masalah kesehatan mental yang umum menyerang anak dan juga gejalanya.
1. Gangguan Kecemasan
Gangguan kecemasan adalah merasa takut, cemas, dan khawatir yang terjadi secara berlebihan dan sulit dikendalikan. Ada beberapa jenis gangguan kecemasan dan setiap jenisnya memiliki tanda yang berbeda, yaitu:
General Anxiety Disorder (GAD)
Anak dengan kondisi GAD cenderung mengalami kecemasan berlebihan pada berbagai hal yang biasa sekali pun. Misalnya, merasa cemas dengan penampilannya, cemas nilainya tidak sesuai dengan yang diharapkan, dan berbagai hal lain. GAD dapat menyebabkan seorang anak terbentuk menjadi pribadi yang perfeksionis.
Panic Disorder
Panic disorder adalah kondisi ketika anak mengalami kepanikan luar biasa saat menghadapi situasi tertentu, seperti tampil di depan umum.
Separation Anxiety Disorder (SAD)
SAD adalah kondisi ketika anak mengalami kecemasan berlebihan saat harus berpisah dengan seseorang, bisa berpisah dari orangtuanya, saudaranya, atau siapa pun.
Social Anxiety Disorder
Social anxiety disorder adalah kondisi ketika anak mengalami kecemasan berlebihan saat harus berinteraksi sosial dengan orang lain, selain yang terdekat dengannya. Kondisi ini dapat menyebabkan anak menjadi kesulitan mendapat teman saat memasuki usia sekolah.
Selective Mutism
Selective mutism adalah kondisi ketika anak mendadak menjadi diam, sedikit beraktivitas, hanya menundukkan kepala, dan menjauh dari sekitar saat berada dalam situasi tertentu yang membuatnya tidak nyaman. Biasanya anak tidak menunjukkan gejala ini saat berada di lingkungan yang membuatnya nyaman, seperti di rumah.
Fobia
Fobia adalah munculnya rasa cemas dan takut berlebihan saat berdekatan atau berinteraksi dengan pemicunya, seperti takut pada ketinggian, takut pada hewan tertentu, takut pada makanan tertentu, dan sebagainya.
Obsessive Compulsive Disorder (OCD)
OCD adalah kondisi ketika seorang anak memiliki obsesi berlebihan pada suatu hal dan membuatnya merasa cemas serta tidak nyaman jika tidak terpenuhi. Misalnya, anak yang memiliki OCD terhadap kerapian akan merasa tidak nyaman atau bahkan kesal berlebihan ketika melihat ada mainan yang berantakan.
Post-traumatic Stress Disorder (PTSD)
PTSD adalah kondisi ketika anak merasakan takut atau cemas berlebihan saat menghadapi situasi yang membuatnya trauma. Biasanya terjadi pada anak yang mengalami sesuatu hal menakutkan, misalnya anak yang pernah melihat atau mengalami suatu kecelakaan.
2. Attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD)
Anak yang aktif menandakan bahwa anak tersebut sehat. Namun, pada ADHD anak terlalu aktif dan cenderung lebih sulit untuk dikendalikan. Tidak hanya itu, anak juga mengalami kesulitan untuk fokus dan memerhatikan suatu hal, serta sering kali bertindak impulsif.
3. Autism spectrum disorder (ASD)
ASD adalah masalah kesehatan mental yang terjadi akibat gangguan perkembangan saraf pada fungsi sosial, komunikasi, dan perilaku. Hal ini menyebabkan anak mengalami kesulitan untuk berkomunikasi, berinteraksi secara sosial, keterbatasan terhadap minat, dan melakukan gerakan secara berulang. Umumnya gejalanya muncul saat anak memasuki usia 12 bulan.
4. Disruptive Behavior Disorders
Disruptive behavior disorders adalah kondisi dimana anak memiliki kecenderungan untuk melanggar aturan dan menunjukkan pola perilaku yang tidak kooperatif. Jika kondisi ini tidak ditangani secara cepat dan tepat, maka anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang tidak peduli pada kondisi sekitar dan berpotensi memancing permusuhan dengan orang di sekitarnya.
5. Eating Disorder
Eating disorder atau gangguan makan adalah kondisi ketika anak mengalami masalah berkaitan dengan makan, bisa dengan makan terlalu sedikit atau justru terlalu banyak. Gangguan makan yang menyebabkan anak makan terlalu sedikit biasanya disebabkan karena ketakutan berlebihan akan naiknya berat badan, contohnya seperti anoreksia.
Namun, anak juga bisa mengalami bulimia nervosa, yaitu anak makan dengan porsi normal tetapi segera memuntahkannya kembali setelah makan.Sementara ada juga anak yang makan berlebihan meskipun tidak merasa lapar, sehingga berpotensi mengalami obesitas.
Berbagai gangguan mental pada anak ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, di antaranya yaitu:
- Faktor genetik
- Tekanan dari lingkungan sekitar
- Peristiwa yang pernah dialami
Mengetahui penyebab anak mengalami gangguan kesehatan mental dapat membantu mencari solusi yang tepat untuk mengatasinya. Namun, untuk mengetahui penyebab serta cara mengatasinya, Anda disarankan untuk didampingi oleh tim medis profesional. Anda bisa mengunjungi psikolog anak di Rumah Sakit Premier Bintaro jika anak Anda mulai menunjukkan beberapa tanda yang telah disebutkan di atas.
Hubungi Kami
Untuk informasi & buat janji temu Dokter
| Loading data... |
|---|