+62 817-4929-054
Dermatitis Seboroik dan Psoriasis: Perbedaan, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Oleh: dr. Detty Dwi Kurniati, Sp.KK

Dermatitis seboroik dan psoriasis adalah dua macam masalah kulit yang membuat kulit memerah, kering, dan gatal-gatal. Keduanya juga memiliki bentuk dan gejala yang serupa, sehingga kadang sulit dibedakan. Lalu, apa yang membedakan keduanya? Temukan jawabannya dalam kelanjutan artikel ini.
Apa Itu Dermatitis Seboroik?
Dermatitis seboroik, atau juga dikenal dengan sebutan ketombe, seborrhea, eksim seboroik, atau psoriasis seboroik, adalah kondisi kulit yang beruam, gatal, dan bersisik. Pada orang dengan warna kulit terang, kondisi ini akan membuat kulit menjadi kemerahan; sementara pada orang dengan warna kulit gelap, dermatitis seboroik akan membuat kulit memiliki bercak-bercak.
Masalah kesehatan kulit ini disebabkan oleh ragi Malassezia, sebum (minyak) berlebihan pada kulit, ataupun gangguan yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh. Yang penting diingat adalah dermatitis seboroik tidak disebabkan oleh alergi ataupun karena penderitanya tidak bersih. Dermatitis seboroik juga tidak menular antara satu orang ke orang lain.
Apa Itu Psoriasis?
Psoriasis adalah kelainan kulit yang membuat sel-sel kulit berkembang hingga 10 kali lebih cepat dari waktu normalnya. Kondisi ini membuat kulit penderitanya mengeras, terasa gatal, dan bertekstur sisik bergelombang. Biasanya, psoriasis muncul di kulit kepala, siku, lutut, dan punggung bagian bawah.
Ahli medis masih belum dapat menyimpulkan apa penyebab utama psoriasis. Akan tetapi, kami meyakini bahwa penyebab masalah kesehatan ini dimulai dari sistem kekebalan tubuh yang meradang karena suatu hal. Peradangan tersebut membuat pertumbuhan sel-sel menjadi lebih cepat, sehingga menumpuk dan menciptakan sisik di kulit. Sama seperti dermatitis seboroik, psoriasis juga tidak menular dari satu orang ke orang lain; meski penyakit ini cenderung menurun dalam keluarga.
Perbedaan Dermatitis Seboroik dan Psoriasis
Berdasarkan uraian di atas, dermatitis seboroik dan psoriasis sama-sama membuat kulit penderitanya timbul bercak, sisik, dan terasa gatal, serta berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh pengidapnya. Di luar itu, dermatitis seboroik dan psoriasis dapat dibedakan dari:
Penyebab utamanya. Dermatitis seboroik umumnya disebabkan oleh faktor lingkungan, seperti infeksi ragi Malassezia dan sebum (minyak) berlebihan pada kulit, atau faktor genetik. Sementara psoriasis utamanya disebabkan oleh kondisi autoimun, selain faktor lingkungan dan genetik.
Gejalanya. Dermatitis seboroik memiliki gejala seperti kerak atau serpihan putih bak ketombe, berminyak, bersisik kuning, perubahan pada warna dan tekstur kulit (yang jadi membengkak), dan ada rasa terbakar. Sementara itu, psoriasis memiliki gejala berupa bercak-bercak bersisik yang tinggi dan bergelombang, kulit pecah-pecah dan berdarah, kulit kering, dan sisik berwarna putih keperakan.
- Tempat timbulnya. Dermatitis seboroik biasanya muncul di kulit kepala, sedangkan psoriasis dapat timbul di kulit kepala, siku, lutut, hingga punggung bagian bawah.
- Pemicunya. Dermatitis seboroik akan muncul ketika penderitanya mengalami stres, perubahan hormon, terpapar bahan kimia, sakit, terpapar bahan pelarut, terpapar sabun atau deterjen yang berbahan keras, ataupun cuaca yang kering. Di sisi lain, psoriasis akan muncul ketika penderitanya mengalami stres, cedera kulit, mengonsumsi obat-obatan, atau terkena infeksi.
- Faktor risikonya. Dermatitis seboroik paling sering terjadi pada orang dewasa, orang berusia di atas 50 tahun, dan berjenis kelamin laki-laki. Sedangkan psoriasis terjadi pada orang dengan rentang usia 15 sampai 35 tahun dan dapat dialami oleh laki-laki maupun perempuan.
Cara Mengobati Dermatitis Seboroik
Karena sejumlah perbedaan di atas, dermatitis seboroik dan psoriasis memiliki metode pengobatan yang relatif berbeda juga. Pengobatan dermatitis seboroik biasanya tidak terlalu rumit, mengingat masalah kulit ini terkadang akan sembuh dengan sendirinya. Beberapa perawatan yang dapat dilakukan untuk mengurangi masalah kulit ini adalah menggunakan sampo berbahan ketoconazole, asam salisilat, selenium sulfida, coal tar, dan juga zinc pyrithione.
Jika memiliki dermatitis seboroik di wajah atau tubuh, penderita perlu menjaga kebersihan area yang terkena masalah. Cucilah area tersebut dengan sabun dan air bersih setiap harinya. Selain itu, berada di luar ruangan dan terkena sinar matahari juga dapat menghentikan pertumbuhan organisme ragi Malassezia. Tak lupa juga untuk menggunakan produk antijamur, losion kortikosteroid, dan produk berbahan sulfur.
Cara Mengobati Psoriasis
Sementara itu, pengobatan psoriasis umumnya bergantung pada kondisi pasien. Apabila pengidap psoriasis melakukan kunjungan ke Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, pasien akan diberikan rekomendasi rencana pengobatan berdasarkan ukuran dan lokasi luka, usia, kesehatan secara keseluruhan, dan faktor-faktor lainnya.
Beberapa opsi obat-obatan psoriasis dapat berupa krim, obat metotreksat, retinoid, siklosporin, obat biologis, obat non-biologis, dan lainnya.
Demikianlah ulasan mengenai dermatitis seboroik dan psoriasis, mulai dari pengertian, perbedaan, hingga proses pengobatannya. Apabila Anda mengalami masalah kulit seperti kedua contoh di atas, ataupun masalah kulit lainnya, Anda dapat melakukan kunjungan ke Skin & Laser Clinic RS Premier Bintaro. Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin serta subspesialis dalam bidang Dermatologi Estetika dan Bedah Kulit kami berpengalaman dalam mendiagnosis, merawat, dan mencegah berbagai masalah kulit, mulai dari kondisi medis seperti jerawat, psoriasis, dan dermatitis, hingga perawatan estetika seperti peremajaan kulit dan penghilangan bekas luka.
Hubungi Kami
Untuk informasi & buat janji temu Dokter
dr. Detty Dwi Kurniati, Sp.DVE
Dermatologi, Venereologi dan Estetika Lihat jadwal| Loading data... |
|---|


